Seni Tari Untuk Anak Usia Dini

Seni Tari Untuk Anak Usia Dini

Seni Tari Untuk Anak Usia Dini : Ada pepatah bahwa walaupun jumlah anak-anak hanya 10% dari total jumlah penduduk, tetapi mempengaruhi 100% masa depan. Investasi untuk program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dianggap sangat penting, karena akan menentukan kualitas SDM di masa depan.

PAUD dianggap penting karena membangun karakter yang paling efektif adalah pada usia sedini mungkin. Tim Utton berkata bahwa“At 3, you’re made for life” (Pada usia 3 tahun, kamu dibentuk untuk seumur hidup”). Ungkapan tersebut mengacu kepada sebuah studi yang dilakukan oleh University of Otago di New Zealand yang meneliti lebih dari 1000 anak-anak selama 23 tahun, dan terbukti bahwa sejak usia 3 tahun seorang anak sudah bisa diprediksi bagaimana karakternya kelak ketika dewasa.

Dunia anak adalah dunia bermain menjadi prinsip dasar pembelajaran di PAUD yaitu “belajar sambil bermain dan bermain seraya belajar”, sehingga untuk memberikan pembelajaran anak usia dini harus menggunakan media yang tepat, salah satunya melalui seni tari. Pada anak usia dini seni tari merupakan salah satu wadah yang efektif untuk mengantarkan anak-anak melewati dunianya. Gerak sebagai media tari mengajarkan anak untuk berimajinasi, berkreasi dan bereskpresi. Sesuai dengan teori belajar humanistik, pembelajaran tari kreatif merupakan proses aktivitas individu yang perkembangannya ditentukan oleh individu itu sendiri.

Kenyataan di sekolah pada umumnya pembelajaran seni tari masih menjadi kegiatan yang insidental, sehingga siswa memiliki keterbatasan untuk mengekspresikan dirinya melalui gerak. Pembelajaran yang dilakukan menggunakan metode yang terpusat pada guru sebagai model, sehingga anak hanya menirukan dan
menghafalkan gerak baku yang dilakukan oleh guru.

Pembelajaran tari kreatif berdasarkan tema pembelajaran di PAUD melibatkan anak secara aktif dalam eksplorasi dalam penemuan gerak sehingga anak mendapatkan pengalaman secara konstruktif dan kreatif. Siswa mendapatkan ruang imajinasi dan ekspresi dalam memilihan peran sesuai minatnya. Di sisi lain, kebersamaan, kedisiplinan, kemandirian dan tanggungjawab anak yang terjalin di dalam proses tari kreatif dapat membangun karakter anak.