Pelantikan Gerbang Swara Asahan, Tanjung Balai Dan Batu Bara

Santunan Anak yatim dan penerima jamkesda
Pelantikan Gerbang swara Asahan (31/12/2016)

Pelantikan Gerbang Swara Asahan, Tanjung Balai Dan Batu Bara : Gubernur Sumatera Utara H T. Erry Nu­­­radi mengharapkan Gerbang Suara Asa­han berpotensi menjadi agen peruba­han dalam merespons perma­salahan yang ada di kalangan masyarakat dan juga bisa me­­ne­rima aspirasi rakyat seka­ligus me­nyam­paikan kepada pejabat di pemeri­n­ta­han­­nya.

Tengku Erry Nuradi yang juga Ketua De­wan Pembina Gerbang Suara Provinsi Su­­mut mengatakan, Gerbang Suara harus da­pat mengem­bangkan lembaga ini melalui program kegiatan yang dapat meningkatkan kepentingan rakyat di era gelobalisasi.

“Saya berharap Ger­bang Suara dapat memberikan contoh-contoh di tengah-te­ngah masyrakat da­lam menerima aspirasi ma­sya­kat dan menjaga tata tertib dalam mem­berikan informasi kepada pejabat se­tempat,” ujar­nya.

Dia yakin Pemerintah Kabupaten Asa­han yang su­dah berusia 71Tahun yang di­pim­pin Bupati Asahan, Drs H Taufan Gama Si­matupang dapat membawa Asahan yang lebih baik dengan membuka desa terisolir serta mengen­taskan kemiskinan khususnya di Asahan,”

“Gerbang Swara adalah jembatan antara pemerintah dan masyarakat. Di mana masyarakat itu banyak membutuhkan salah satu contohnya kartu Indonesia Sehat. Meski pun ada data dari BPS siapa saja penerimanya, namun secara kasat mata di lapangan banyak yang belum menerima itu. Di sinilah fungsi Gerbang Swara untuk membantunya,” papar Erry.

Kata Erry, banyak program pemerintah yang sebenarnya terjadi misslink (tidak tersampaikan kepada masyarakat). “Inilah fungsi NGO termasuk Gerbang Swara agar bisa menjembatani,” ujarnya.

Dipaparkan Erry, ketika awal tahun 2006 lalu saat baru menjabat sebagai Bupati Serdang Bedagai (Sergai), ketika itu banyak masyarakat yang meminta pembangunan di masing-masing kecamatan seperti pembangunan sekolah, puskesmas dan lainnya.

“Pada saat itu kami sampaikan apapun yang diminta, pemerintah siap untuk membangun dengan catatan tanahnya harus disiapkan oleh masyarakat. Sehingga ada program bergandengan tangan di situ. Kemudian pemerintah pusat di tahun 2011 mengangkat pola ini dalam program PNPM yaitu pola sharring di mana bagi kabupaten yang ingin bantuan harus ada sharring yang dilakukan,” terang Erry.

Di sinilah, lanjut Erry, pola yang dilakukan Gerbang Swara ini merupakan pola gerakan membangun swadaya rakyat. Seperti yang pernah dilakukannya di Sergai pada tahun 2005 hanya ada 7 SMA. Namun dengan pola sharring masyarakat menyiapkan tanahnya dan pemerintah yang membangunnya maka di tahun 2013 jumlah sekolah menengah atas di Sergai meningkat menjadi 28 sekolah.

“Pola inilah yang harus kita gelorakan di tengah masyarakat agar pemerintah tidak jalan sendiri. Masyarakat yang membutuhkan tidak tahu ke mana. Maka harus ada pihak yang mengisi misslink tersebut,” jelasnya.

Ketua DPP Gerbang Swara Tasimin MT mengatakan gerakan ini merupakan gerakan swadaya dari masyarakat sebagai upaya meningkatkan peran serta masyarakat dalam percepatan pembangunan di daerah dengan membangun pola kemitraan.

“Gerakan ini sudah kami lakukan sejak lama, sejak tahun 2005 ketika Gubsu masih menjadi Bupati Sergai. Melalui gerakan inilah menghartarkan Sergai menjadi kabupaten pemekaran terbaik di Sumut,” katanya.

Seperti di bidang Pendidikan, melalui gerakan ini peningkatan terjadi dari 7 sekolah menengah atas negeri di tahun 2005, pada tahun 2013 meningkat menjadi 28 sekolah. Sergai juga menjadi daerah swasembada pangan dan prestasi lainnya yang dihasilkan melalui gerakan tersebut.

“Oleh karena itulah setahun lalu kami mendeklarasikan gerakan ini menjadi organisasi kemasyarakatan karena yang membutuhkan gerakan ini bukan hanya Sergai melainkan seluruh masyarakat Sumut,” kata Tasimin.

Santunan Anak yatim dan penerima jamkesda (30/12/2016)

Dalam kesempatan itu, Gubsu Tengku Erry Nuradi juga turut memberikan santunan untuk anak yatim piatu serta menyerahkan Kartu Indonesia Sehat (KIS) untuk masyarakat Asahan.