Persiapkan Dana Pendidikan Anak Semenjak Dini

Kebanyakan anak akan melewati 16 tahun masa sekolah. Pastikan Anda merencanakan biaya pendidikan mereka sejak dini sehingga kebutuhan mereka terpenuhi sejak taman kanak-kanak hingga lulus kuliah. Masa sekolah akan lebih menyenangkan tanpa mengkhawatirkan biaya.

Orang tua selalu menginginkan yang terbaik untuk anak-anaknya, termasuk memastikan langkah mereka ke perguruan tinggi berkualitas yang akan memberikan langkah awal anak dalam hidup dan karir ke depannya. Akan tetapi, biaya pendidikan di tingkat perguruan tinggi tidaklah murah, dan Anda pasti tidak ingin membiayai pendidikan anak Anda dengan berhutang. Untuk menghindari krisis keuangan, berikut lima tips yang dapat menolong Anda merencanakan biaya pendidikan anak sehingga Anda tidak perlu khawatir saat waktunya tiba.

  1. Tinjau kembali dana-dana Anda
    Sudahkah Anda mempersiapkan dana yang cukup untuk biaya pendidikan tinggi anak Anda? Langkah pertama adalah meninjau kembali persediaan dana yang Anda miliki, termasuk tabungan, polis asuransi jiwa, reksadana dan investasi-investasi lainnya. Catat jumlah nilainya saat ini, serta proyeksi nilainya saat anak Anda mencapai usia 18 atau 21 tahun. Masukkan faktor-faktor seperti laju pengembalian investasi dan nilai yang diproyeksikan dari produk asuransi jiwa.
  2. Hitung biaya pendidikan anak Anda
    Hitunglah estimasi biaya pendidikan tinggi anak Anda. Mulailah dengan mendata biaya pendidikan dan biaya hidup saat ini, lalu kalkulasikan nilainya di masa depan.
  3. Hitung kekurangannya
    Singkatnya, berapa banyak tabungan yang perlu Anda tambahkan agar Anda memenuhi kebutuhan biaya pendidikan tinggi anak Anda di masa datang? Biaya kuliah di luar negeri akan lebih mahal dan membutuhkan lebih banyak pertimbangan serta perencanaan.
  4. Teliti sebelum berinvestasi
    Banyak perusahaan asuransi yang memiliki solusi tabungan untuk biaya pendidikan tinggi anak. Sebelum Anda menginvestasikan pendapatan yang sudah Anda peroleh dengan susah payah ke produk-produk tersebut, Anda perlu mengidentifikasi target finansial Anda terlebih dahulu. Sebaiknya Anda juga mengetahui rata-rata tingkat pengembalian polis Anda, berapa banyak uang yang bisa Anda sisihkan dengan nyaman, dan berapa banyak resiko keuangan yang bisa Anda hadapi bila membeli produk investasi.
  5. Lakukan diversifikasi. Jangan menaruh semua telur dalam satu keranjang
    Jika Anda adalah investor yang enggan mengambil risiko dan cenderung memilih  jenis investasi berisiko rendah, kekurangan yang akan Anda hadapi adalah tingkat pengembalian investasi yang juga rendah. Ini kurang baik bila Anda masih harus menutup banyak kekurangan untuk mencapai target finansial Anda. Mulailah berpikir untuk melakukan diversifikasi portofolio Anda dengan menaruh sebagian aset Anda pada instrumen-instrumen yang memberikan tingkat pengembalian lebih tinggi, misalnya membeli saham yang akan memberikan dividen. Dengan prinsip menyebar telur di keranjang yang berbeda-beda, Anda memperbesar tingkat pengembalian investasi Anda secara keseluruhan dan pada saat yang sama mempertahankan tingkat risiko yang moderat / menengah.