Peran Mainan Dalam Merangsang Kreativitas Anak

Peran Mainan Dalam Merangsang Kreativitas Anak
Ilustrasi Mainan Anak

ASAHAN, Anak selalu identik dengan mainan karena dunianya selalu bergelut dengan harapan dan keingintahuan. Bagi anak, mainan tidak hanya sekedar jadi penghibur atau teman hidupnya tapi juga dapat merangsang kreativitas sang buah hati.

“Mainan itu menemani (anak) mulai dari baru bisa bergerak, duduk, jalan, sampai sudah lari dan sekolah. Mereka menghabiskan banyak waktu bersama mainan,” kata Elysna, Children Sales Leader IKEA Indonesia.

Elysna menambahkan, warna dan bentuk mainan secara tak langsung akan diingat anak dan diolah kembali sesuai imajinasi. Karenanya, beberapa mainan dikatakan memiliki emotional bonding dengan sang anak.

Meski tidak mencerminkan bakat masa depannya, namun dari mainan yang dipilih sang anak dapat menggambarkan minat dan potensi dalam dirinya.

Kategori mainan itulah yang sangat berpengaruh pada tingkat kreasi dan imajinasi anak. “Secara tidak langsung, seolah-olah ada interaksi antara anak dengan mainan-mainan tersebut,” Elysna memaparkan.

Dalam hal ini orangtua diharapkan dapat lebih perhatian mendampangi anak ketika memilih mainan.

Dari mainan pula, rasa ingin tahu anak akan bertambah. “Misal, dia punya boneka orangutan. Dia bakal tanya sama mama dan papanya, ‘Apa sih orangutan? Tinggalnya di mana? Makannya apa?’. Pertanyaan-pertanyaan itu kemudian tak hanya merangsang kreativitas, tapi juga bagaimana si anak mengolah informasi,” tandasnya.