Bunga Sakura Diprediksi Mekar Lebih Awal di Tahun Ini

Bunga Sakura Diprediksi Mekar Lebih Awal di Tahun Ini
ilustrasi bunga sakura

Bunga sakura selalu identik dengan Jepang. Kehadiran bunga sakura menjadi tanda isyarat datangnya musim semi dan waktu bagi para pekerja kantoran untuk rehat sejenak.
Menikmati hidangan bersama keluarga, menyingkirkan semua beban, dan merenungkan kehidupan yang sifatnya sementara di bawah naungan rimbunnya bunga berwarna merah muda.

Kabar gembira datang dari Tokyo bahwa Bunga sakura datang lebih cepat di tahun 2019. Kemungkinan mulai berbunga pada 22 Maret, empat hari lebih awal dari biasanya, dan mencapai mekar penuh pada seminggu setelahnya.

Wilayah lainnya yang bisa menikmati keindahan bunga sakura lebih awal antara lain Nagoya (22 Maret), Fukuoka dan Kochi (masing-masing 18 dan 20 Maret).

Sedangkan bunga sakura di Kyoto diperkirakan akan mekar pada 25 Maret, tiga hari lebih awal dari rata-rata.

Di daerah yang lebih dingin, di bagian utara Jepang, bunga dengan kelopak merah muda ini diprediksi mekar seperti waktu biasanya. Penduduk di Aomori mungkin dapat melihatnya pada 24 April, dan warga di Sapporo bisa menyaksikan bunga pertama mekar pada 4 Mei.

Para ahli menjelaskan, prematurnya bunga sakura kemungkinan disebabkan oleh cuaca ekstrem yang menyelimuti Jepang dalam beberapa minggu terakhir pada bulan Oktober, termasuk dua topan yang berembus amat kuat.

Hiroyuki Wada, seorang ahli pohon dari Flower Association of Japan mengatakan, badai telah melucuti dedaunan dari pohon sakura. Sedangkan, salah satu tujuan dari pohon menggugurkan daunnya adalah melepaskan hormon yang mencegah tunas berbunga lebih dini.